Harga Tiket Masuk (HTM)

Senin - Kamis
Rp. 25.000

Jumat - Minggu
Rp. 30.000

Hari Libur
Rp. 30.000

Lansia > 60 tahun
GRATIS

Jam Buka

Senin - Kamis
15:30 - 22:00

Jumat
15:30 - 23:00

Sabtu, Minggu
10:00 - 23:00

Hari Libur
10:00 - 23:00

Minggu Ini
  • Performance dari Iwan Fals, Warok, Ome & The People
    18 Juni 2013

    Spesial performance dari Iwan Fals, Warok, Ome & The People.

  • Raggae Night
    18 Juni 2013

    Reggae Night, spesial performance dari Es Coret, Angle Beach, Obin The Flop.

  • Solidaritas Orange
    19 Juni 2013

    Performance Tribute untuk Jak Mania, yang didukung dengan para Legend Persija, yaitu Bambang Pamungkas dan Leo Saputra, serta diadakan charity lelang baju bola dari Bambang Pamungkas.

Berita Terkini
  • Dituding Tarik Bayaran dari PKL Oleh Jokowi
    13 Juni 2013

    Jakarta - "Coba dilihat, coba dirasakan, sudah nggak boleh masuk (PRJ) masih disuruh bayar." Pernyataan ini terlontar dari Gubernur DKI Jokowi saat memborong kerak telor dari para pedagang kaki lima yang berjualan di luar kompleks PRJ awal pekan ini. Sang peracik kerak telor, Sobari, mengaku harus membayar Rp 400 ribu per bulan ke pengelola PRJ Kemayoran supaya bisa berjualan di situ. Panitia PRJ terang-terangan membantah pernyataan Jokowi dan pedagang kerak telor Sobari. Menurut mereka, pedagang kerak telor di luar arena pameran bukan tanggung jawab pengelola Jakarta Fair. "Kami hanya menjalin komunikasi agar dalam mematok harga jangan sampai mencekik leher konsumen karena hal itu akan memperburuk citra Kemayoran sebagai kawasan yang aman dan ramah pengunjung," kata Direktur Marketing PT Jakarta Internationa Expo, Ralph Scheunemann, dalam rilis yang diterimadetikcom, Kamis (13/6/2013). Ralph mengaku, Panitia PRJ tidak tahu menahu apakah para pedagang kaki lima dan tukang kerak telor ini diminta membayar biaya tertentu atau tidak, karena hal itu berada di luar kewenangan PT JIExpo. Panitia PRJ hanya bertanggung jawab pada peserta pameran dan para pedagang di dalam arena pameran saja. "Para pedagang di luar Arena PRJ ini mungkin diatur oleh otorita setempat. Jadi kalau ada yang bilang mereka diminta membayar sewa atau apa ya jangan ditanyakan ke Panitia, karena kita tidak ada hubungan apa-apa dengan kita," kata Ralph. Menurut Ralph, pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk mengatur dan mengontrol kawasan Kemayoran di luar pagar PT JIExpo. Hal itu menjadi tanggung jawab otorita . Foto Syurnya beredar, Polwan Cantik Rani Indah Nugraeni menghilang. Ada Apa? Simak wawancara eksklusif kami dengan Briptu Rani di "Reportase Malam" Pkl 0.30 WIB hanya di TransTV Gagah Wijoseno - detikNews Kamis, 13/06/2013 14:53 WIB http://news.detik.com/read/2013/06/13/145350/2272561/10/dituding-tarik-bayaran-dari-pkl-oleh-jokowi-ini-jawaban-panitia-prj

  • Pengelola PRJ: Mindahin PRJ Itu Tidak Gampang
    12 Juni 2013

    Jakarta - Pemprov DKI berencana untuk memindahkan lokasi Pekan Raya Jakarta (PRJ) dari JIExpo Kemayoran ke Lapangan Silang Monas. Apa tanggapan pihak JIExpo selaku pengelola PRJ saat ini? "Itu kan masih wacana, pemda mau pindahkan karena pemda berpikir kalau pemda ingin memberikan yang lebih bagus untuk masyarakatnya. Cuma untuk memindahkannya tuh nggak gampang, seperti yang saya sampaikan tadi, untuk membuat satu pameran UKM itu nggak gampang, pemerintah mau nggak siapin APBDnya, duite Sopo? yang mau dateng siapa?" ujar Direktur Marketing JI Expo Ralph Scheunemann kepada wartawan di arena PRJ, Kamis (6/6/2013). Meski menilai tak mudah, Ralph mengatakan pemindahan PRJ ke lokasi lain bukanlah hal tidak mungkin. Asalkan pemprov DKI mau memberikan anggaran penuh bagi penyelenggaraan PRJ di lokasi lain seperti Monas. "Saya nggak bilang itu tidak mungkin. Itu bisa asal ada dukungan dan budget dari pemerintah. Apalagi dikatakan mau gratis dan lain lain, jadi pihak swasta yang mau jalankan dari mana?" tuturnya. Seandainya PRJ pindah ke Monas tahun depan, JIExpo tetap menggelar pameran. Ralph setuju dengan rencana pemprov yang ingin PRJ lebih banyak diisi oleh UKM. "Seandainya pindah kita juga akan membikin acara sendiri tetep jalan bersama, bahkan kalau pemerintah mau bikin konsentrasi untuk UKM malah bagus. Disini bagus, disitu bagus itu yang saya sampaikan ke Pak Ahok. Tapi kan harus nentuin tempat, untuk tempat saya bisa bilang itu urusan kedua, bisa pindah ke lapangan banteng, atau Ancol, Ancol mau nggak tuh ngasih tempat? kan saham DKI besar," paparnya. Ralph juga menilai pameran UKM itu akan hidup jika dibarengi dengan pameran lainnya. Sebab selama ini pameran yang hanya fokus pada UKM sepi peminat. "Saya rasa UKM itu hidup kalau you bikin pameran stand alone UKM ngga ada yang mau dateng. Itu saya juga ngomong sama Pak Ahok kalau bikin pameran itu nggak gampang, dengan kombinasi yang menarik ini, dengan mereka-mereka yang swasta ini itu mendukung mereka secara tidak langsung, pengunjung datang melakukan transaksi," katanya. "Coba saja bikin pameran UKM sendiri you bisa lihat deh siapa yang mau datang kalau isinya hanya sorry to say kerak telor gitu tok, kaya Inacraft itu cuma lima hari itu saja cuman ibu-ibu yang datang. Karena itu sudah saya bilang ini adalah pameran yang bagus," tutupnya. Endro Cahyo - detikNews

  • Pengelola PRJ: Harga Tiket Masuk Tahun Ini Masih Reasonable
    12 Juni 2013

    Jakarta - Sejumlah pengunjung Pekan Raya Jakarta (PRJ) mengeluhkan harga tiket masuk yang dinilai kemahalan. Namun pihak PRJ menilai tiket masuk tersebut masih reasonable. "Tahun lalu kita tidak naik, tahun sebelumnya kita tidak naik, selama 2 tahun berturut-turut tiket tidak saya naikkan. Tahun ini saja kita naikkan harganya, hal itu kita lakukan karena menurut kita harga tersebut adalah harga yang reasonable," ujar Direktur Marketing JI Expo Ralph Scheunemann kepada wartawan di arena PRJ, Kamis (6/6/2013). Ralph mengatakan di kota besar seperti Jakarta, otomatis pengeluaran (cost) juga besar. Ralph menegaskan PRJ ini milik semua kalangan masyarakat mulai dari yang rendah hingga atas. "Di kota besar seperti Jakarta ini maka cost kita juga harus besar. Anda nonton film bayar berapa? beli kopi di mall harganya juga berapa? Dan tolong juga cek kalau interview pada masyarakat, interviewlah masyarakat yang bisa membaur, karena Jakarta Fair ini adalah acara untuk semua orang, bukan untuk kalangan menengah, bukan untuk kalangan kecil, dan juga bukan hanya untuk kalangan atas," jelasnya. Ralph berjanji tahun depan tidak akan kembali menaikan harga tiket masuk. Meski diakui bahwa pengeluaran untuk event ini sangat besar. "Uang yang kita dapatkan disini kita investasikan untuk masyarakat, mereka disini bisa melihat music concert yang kalau mereka lihat ditempat lain mereka bakalan merogoh kocek lebih dalam. Untuk mendatangkan artis-artis itu tidak murah, untuk biaya sound system itu tidak murah, untuk biaya lighting itu tidak murah, biaya kebersihan tidak murah, security tidak murah, sewa artis juga tidak murah," kata Ralph. "Coba kalau kita bicara masalah bola, pertandingan Indonesia melawan Belanda besok kenapa tidak digratiskan saja? Itu karena untuk mendatangkannya saja pemerintah harus mengeluarkan cost jadi pasti ada hitung-hitungannya semua. Lalu kalau berbicara mengenai tahun depan setelah melihat history dua tahun kemarin sepertinya tahun depan tidak akan terjadi kenaikan. Pameran Jakarta Fair itu adalah pameran A - Z karena semua ada, dan nggak ada orang yang bilang kalau acara ini hanya untuk kalangan menengah keatas," lanjutnya. Endro Cahyo - detikNews